Distro Linux Khusus Seorang Cyber Security. Kamu Pakai Yang Mana?

Apa itu Distro Linux?

Buat yang masih baru dalam hal dunia linux, pasti bingung apa itu distro linux. Distro linux adalah system operasi yang dibangun dari karnel linux, dengan penambahan komponen lain berupa module, aplikasi, service ataupun package lain agar tercipta system operasi dengan tujuan yang spesifik yang telah ditentukan oleh pihak pengembang. Bahasa sederhananya disto linux itu adalah jenis – jenis dari linux yang di buat oleh developer dengan tujuan tertentu. Karena linux itu sendiri bersifat open source, sehingga setiap orang bias mengembangkan distro linux mereka sendiri.

Kenapa Seorang Cyber Security Perlu Distro linux khusus?

            Sebelum kita jawab, kenapa seorang cyber security butuh OS linux? Sebenarnya seorang cyber security itu gak harus pakai OS linux kok. Bisa juga pakai windows atau macos. Hanya saja ada beberapa alasan kenapa seorang cyber security memilih menggunakan OS linux.

  1. Operating System yang dipakai di server kebanyakan adalah disto linux. (RedHat, Centos, Ubuntu, Debian). Hal ini mengakibatkan seorang cyber security harus paham dan terbiasa bagaimana menggunakan lingkungan linux. Jika seorang cyber security bias masuk kedalam system server dan tidak bias melakukan eskalasi untuk mengeksplor lebih lanjut karena tidak terbiasa menggunakan lingkunan linux maka akan sangat disayangkan.
  2.  Banyak tools – tools untuk melakukan hacking yang mudah untuk digunakan di dalam linux OS, disbandingkan pada windows maupun mac.
  3. Banyak tutorial – tutorial mengenai melakukan hacking yang menggunakan tools – tools di lingkungan linux OS.
  4. Banyak distro linux yang didesain dan sudah dilengkapi dengan tools – tools untuk melakukan hacking.

Kembali ke pertanyaan awal kenapa seorang Cyber Security perlu Distro linux khusus? Sebenarnya kita juga bisa menggunakan Distro linux yang umum seperti Debian, Ubuntu, mapun Arch. Kemudian kita install sendiri tools – tools yang umum maupun khusus kita gunakan untuk melakukan hacking. Tapi ini membutuhkan effort yang sangat tinggi. Oleh karena itu untuk mempermudah kita untuk belajar tentang Cyber Security kita bisa menggunakan beberapa Distro Linux dibawah ini yang cukup popular di bawah ini.

1.Kali Linux

Kali linux merupakan reinkarnasi dari BackTrack, salah satu distro linux yang diciptakan secara khusus untuk tujuan penetrasi test pada system keamanan computer, website maupun mobile. Kali linux sendiri merupakan turunan dari Debian OS, sehingga untuk menginstall program – program maupun tools – tools menggunakan extension .deb. Sehingga sangat di sarankan sebelum menggunakan Kali linux ini, sebelumnya harus sudah terbiasa menggunakan Debian atau ubuntu. Karena Debian dan ubuntu memiliki silsilah keluarga yang sama dengan kali linux. Kali linux ini sendiri memiliki beberapa versi user interface diantaranya, GNOME, XFCE, KDE, MATE, dan LXDE. Penulis sendiri menggunkan user interface  versi KDE karena tampilan yang mirip dengan windows. Kali linux ini berisi lebih dari 600 tools yang dapat digunakan untuk melakukan penetrasi test. Sampai saat penulis menulis artikel ini, saat ini Kali linux sudah sampai pada versi 2020.2. Bagi para teman – teman pembaca yang sudah terbiasa menggunakan Ubuntu dan Debian, Kali linux ini sangat cocok buat kalian untuk mulai belajar mengenai Penetration Testing, Security Research, Computer Forensics, Web Application Testing, dan Reverse Engineering.

2. Parrot Linux

Parrot Linux (Parrot Security, Parrot OS, parrot GNU / Linux) adalah distro GNU / Linux open source dan gratis yang berbasis Debian yang dibuat khusus untuk para pakar keamanan (Cyber Security) untuk melakukan Penetration Testing, Security Research, Computer Forensics, Web Application Testing, dan Reverse Engineering. Sama halnya dengan Kali linux, Parrot Linux untuk menginstall program – program maupun tools – tools menggunakan extension .deb pada umumnya. Untuk User Interface Parrot Linux menggunakan MATE, DE yang juga sama sipakai oleh Linux Mint. Aplikasi yang umumnya ada di distro khusus keamanan juga tersedia di dalam Operating System ini, ditambah dengan aplikasi khusus buatan Frozenbox Network selaku pengembang Parrot Linux ini. 

3. BackBox Linux

BackBox Linux adalah Operating System yang berbasis Ubuntu yang dibuat untuk para pakar dalam dunia Cyber Security khususnya pada bidang security assessment dan penetration testing. BackBox linux ini sebenarnya sama saja dengan distro – distro linux sebelumnya (Kali Linux dan Parrot Linux). Hanya saja Operating System ini kalah popular dibandingkan kawan – kawan distro tersebut. Karena BackBox Linux ini dibuat dengan berbasis Ubuntu, sehingga untuk menginstall program – program menggunkan extension .deb dan juga bisa menggunakan repository Ubuntu maupun Debian, sehingga kita bisa menginstall program – program yang bisa di install di Ubuntu dan Debian ke dalam Operating System BackBox ini. Hingga tulisan ini di buat BackBox sudah sampai pada versi BackBox Linux 7.

4. BlackArch Linux

BlackArch Linux adalah Operating System yang berbasis Arch linux yang dibuat khusus dengan tujuan untuk Penetration Testing dan Security researchers. Di dalam BlackArch ini terdapat lebih dari 2500 tools yang dapat digunakan untuk Penetration Testing. Kita juga dapat menginstall program – program kedalam BlackArch ini seperti kita menginstall program kedalam Arch Linux. 

5. ArchStrike Linux

ArchStrike Linux merupakan reinkarnasi dari ArchAssault yang dibuat berbasis Arch Linux yang terkenal dengan ringan dan bersih dengan tujuan untuk Penetrasi Testing dan hacking. Salah tujuan pembuatan Operating System ArchStrike ini adalah agar Arch linux memiliki distro khusus sendiri dalam dunia Penetration Testing. ArchStrike memiliki lebih dari 1200 tools untuk Penetration Testing yang sudah include didalam Operating System ArchStrike ini.

6. DracOS Linux (Sistem Operasi Buatan Indonesia) 

DracOS Linux merupakan Operating System asli Indonesia yang dikembangkan oleh teman – teman pecinta dunia Cyber Security di Indonesia. DracOS ini gratis dan bersifat open source yang di bangun dari dasar (Linux From The Scratch). DracOS Linux di bawah pelindungan GNU General Public License v3.0. DracOS Linux ini dilengkapi dengan ratusan tools untuk Penetration Testingforensic, dan reverse engineering. DracOS linux  tidak memiliki tampilan atau User Interface,  hanya memiliki CLI(Command Line Interface) untuk melakukan operasinya. Alasan kenapa DracOS ini hanya memiliki CLI sebagai interfacenya, salah satunya karena pengembang ingin pengguna untuk dapat belajar memahami mengenai system linux dan terus belajar untuk mengekplorasi system linux.

7. Santoku Linux

Santoku Linux merupakan Operating System yang berasal dari Jepang yang dibuat khusus untuk melakukan Penetration Testing. Perbedaan Santoku dengan distro penetration testing yang lain adalah Santoku Linux ini dikembangkan khusus untuk penetration testing pada mobile. Karena Santoku dilengkapi dengan tools – tools yang dapat digunakan untuk menganalisa malware dan penilaian keamanan aplikasi mobile baik itu Android maupun IOS. Santoku Linux ini dibuat dengan basis Lubuntu. Hingga tulisan ini dibuat Santoku Linux sudah mencapai versi 5.0.

Itu tadi merupakan beberapa distro linux yang dibuat khusus untuk melakukan Penetration Testing, Security Research, Computer Forensics, Web Application Testing, dan Reverse Engineering. Kalau penulis ditanya mana diantara semua distro ini yang sangat direcomendasikan, kembali kepada kebiasaan kita menggunakan distro apa sebelumnya. Untuk penulis karena terbiasa pakai ubuntu penulis menggunakan Kali Linux KDE untuk sekarang ini. Karena mungkin terlalu nyaman sama windows, karena user interface KDE menurut penulis mendekati ke windows. 

Tenang untuk kalian yang gak mau pakai linux kalian bisa juga tetap menggunakan windows atau mac OS sebagai Operating System temen – teman sehari – hari. Kemudian install Virtual Machine seperti virtualBox untuk versi gratisnya atau menggunakan VMWare untuk yang versi berbayarnya. Untuk cara install distro linux atau menjalankan distro linux di Virtual Machine kita akan bahas pada sharing – sharing selanjutnya. Terus belajar, terus berjuang, Nikmati prosesnya, Jangan Menyerah dan Petik hasilnya.

Salam Berbagi dan Ngoprek :D,

Tinggalkan komentar